Penyakit Ain Bukan Teluh, Santet Dan Guna- guna Tetapi Akibat Terlalu Suka Dan Terlalu Benci

Gerbang Masuk Pantai Samudra Baru Terendam Air Pasang Dan Hujan, Sehingga Akses Masuk Di Tutup

 Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).
Penderita penyakit ain


 Penyakit Ain Dapat Menyerang Siapa Saja Tanpa Terkecuali Dari Itulah Tetap Berlindung Kepada Allah Agar Terhindar Dari Penyakit A'in




Pengalaman pribadi yang pernah saya alami di sekitar tahun 2000an yang kala itu saya masih lajang.

lapak-baju-mangrove-pantai-sedari

Kebetulan pada saat itu saya masih sedang dalam pendidikan di sebuah pesantren, yang kebetulan pesantren tempat saya belajar berdekatan dengan sebuah yayasan swasta sekolah agama.

https://invol.co/cl81nif

Awal cerita, pada waktu itu pagi sekitar jam setengah tujuh saya  sedang duduk-duduk bersama teman-teman sambil bersenda gurau dan sesekali melafalkan hafalan sebuah kitab diniyyah yang sedang kami pelajari.


Pada saat itu melintaslah anak-anak sekolah yayasan swasta yang akan pergi bersekolah dan kebetulan saya melihat salah satunya gadis perempuan  yang memikat dan menarik hati saya, sepontan saya berfikir, kemudian terbersit keinginan untuk menjadikannya pasangan  hidup berumah tangga kelak.


Berlangsung setiap hari kecuali hari libur saja saya tidak melihat anak gadis itu melintas, setiap melihat dia melintas, tidak hentinya saya berdo'a "agar dia menjadi pendamping hidup saya kelak".


Setelah lama berlangsung saya memendam perasaan suka kepada anak gadis itu, terjadilah suatu waktu anak gadis itu mendengar dan mengetahui perihal sikap saya kepadanya, dari salah satu teman yang memberitahukan kepadanya, yang kemudian anak gadis tersebut pada akhirnya membenci saya sebenci-bencinya.


Hingga disaat saya melintas di depan rumahnyapun anak gadis itu berlari untuk menghindari bertemu saya, hal antara saya sebagai pengagum dan sebagai orang yang penuh harap menjadi pendampingnya terpendam dalam hati selama bertahun-tahun, begitu pula sebaliknya si anak gadis itupun menjadi sebagai pembenci saya selama bertahun-tahun terjadi tanpa sebab yang jelas.


Singkat cerita di tahun 2004 datanglah kepada saya seorang teman yang kebetulan  suruhan kedua orang tua gadis pembenci saya itu dan menceritakan kepada saya perihal si gadis yang sering gagal berumah tangga dengan orang- orang yang menjadi pilihannya dan orang tuanya, sementara umur semakin bertambah dan adik-adik si gadis itupun sudah hampir menikah.


Karena tidak ingin pernikahannya di dahului oleh adik-adiknya pada akhirnya kedua irang tua si gadis memerintahkan seseorang teman untuk mengatakan kepada saya bahwa " jika menginginkan dengan anak gadisnya agar saya bersedia datang kerumahnya segera untuk mengutarakannya dan bersedia untuk menikahinya tanpa menunggu waktu lama".


Mendengar perkataan ini, sayapun langsung mendatangi keluarga anak gadis ini secepatnya, tanpa basa-basi saya langsung mengutarakan keinginan saya untuk menikahi anak gadisnya kepada keluarganya.


Kemudian dengan waktu yang sesingkatnya saya dan anak gadis itupun melangsungkan pernikahan hingga sekarang.

Gabung affiliasi penghasil uang dengan promosikan produk orang lain;

Kini kami hidup berbahagia berkeluarga dan telah di karuniai dua otang putra put putri, kami hidup harmonis, saling sayang dan bersama menghidupi kedua buah hati dengan ihlas dan sabar.


Semenjak catatan ini saya tulis, saya berfikir bahwa ini adalah salah satu reaksi positif antara kebencian yang amat terlalu tanpa sebab dan rasa cinta yang amat dalam di dalam hati, yang akhirnya mempersatukan kami berdua dalam sebuah rumah tangga.


Apakah ini adalah salah satu ain yang terlontar di antara kami berdua atau apa?

Yang pasti takdir menyatukan kami dan mengobati luka di antara kami berdua, luka batin yang terobati oleh kasih sayang yang tumbuh secara berlahan.


Dari Aisyah radhiallahu'anha, ia berkata:

Arab: كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَسْتَرْقِيَ مِنَ العَيْنِ

Artinya: dahulu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ain.

Berikut fakta-fakta penyakit ain yang dirangkum detikcom:



1. Pengertian

Penyakit ain dalam islam adalah pengaruh dari pandangan hasad atau dengki dari seseorang. Sehingga orang yang dipandang bisa mengalami gangguan berupa penyakit, kerusakan, hingga kematian.

Dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah:

Arab: مأخوذة من عان يَعين إذا أصابه بعينه ، وأصلها : من إعجاب العائن بالشيء ، ثم تَتبعه كيفية نفْسه الخبيثة ، ثم تستعين على تنفيذ سمها بنظرها إلى المَعِين

Artinya: ain dari kata 'aana - ya'iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).

2. Penyebab

Penyakit ain disebabkan oleh sifat hasad atau iri dengki terhadap nikmat yang dimiliki oleh orang lain. Maka dari itu, Alllah meminta agar umat Muslim untuk berlindung dari sifat hasad.

Dalam Quran surat Al Falaq, ayat 5 yang berbunyi

Arab: وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Latin: wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

Artinya: dan (berlindung) dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

Baca juga:Keseruan Bersama Keluarga Malleha Batavia
Jelong- Jelong Malleha Batavia 



3. Cara Mencegah

Untuk mencegah terjadinya penyakit ain, seseorang diminta untuk selalu mendoakan keberkahan. Nabi Muhammad SAW juga meminta agar umat muslim saling menjaga tali silaturahmi sehingga tidak timbul penyakit hasad.

Dalam Quran Surat Asy-Syura ayat 30, Allah SWT berfirman

Arab: وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ

Latin: wa mā aṣābakum mim muṣībatin fa bimā kasabat aidīkum wa ya'fụ 'ang kaṡīr

Artinya: dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).

4. Mengobati

Cara mengobati penyakit ain dilakukan dengan bertawakal kepada Allah. Sebab, hanya Allah SWT yang dapat menyembuhkan semua penyakit dalam tubuh.

Berdasarkan Quran Surat At-Tagabun ayat 11, Allah SWT berfirman:

Arab: مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Latin: mā aṣāba mim muṣībatin illā bi`iżnillāh, wa may yu`mim billāhi yahdi qalbah, wallāhu bikulli syai`in 'alīm

Artinya: Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Semoga kita semua bisa dilindungi Allah SWT dari penyakit ain.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lindungi Keluarga Agar Tidak Menjerumuskanmu Ke Dalam Jurang Kehinaan

Auratmu Bukan Untuk Konsumsi Yang Bukan Mahrommu