Auratmu Bukan Untuk Konsumsi Yang Bukan Mahrommu
Di Sekeliling Bunga Terindahku
............
.
Wahai bunga surgawiku
akulah pengagum sejatimu
akulah pemilik keindahamu dari penciptaan Sang Maha Sempurna, karena akulah taqdirmu.
Merekah kuntummu sangat indah di pandang, harum wangimu membangkitkan gairah di sanubariku, sungguh sempurnanya
Betapa anugrah terindah ini hanya milikku, bersamamu disetiap sa'at adalah keniscayaan, tanpamu aku lunglai tak berdaya.
Kebersamaan kita adalah memupuk kebaikan dan keridhoan dari Sang Pencipta
Engkaulah perhiasan dunia terindah
yang akan menjadi saksi sebuah kesucian cinta di dunia dan di surga
Biarkanlah pengiri dan pengumbar kata durjana itu menjadi debu dan sirna.
Biarkanlah kumbang-kumbang penggoda yang berusaha hinggap dan menghisap sarimu itu terkapar oleh bau busuk mulutnya sendiri yang selalu menggoda bunga yang bukan miliknya
Aroma bau mulutmu yang beracun itu akan kembali kepadamu, berbalik keadamu serta akan membuatmu mabuk sendiri
Hai kumbang-kumbang durjana penghisap madu sesa'at, enyah dan pergi menjauhlah..!
Jangan kalian taburi bunga surgawi terindah milikku ini dengan hembusan rayuan semu yang berbau bangkai dari mulut-mulut kalian!
Akulah pemilik sejati bunga surgawi terindah ini, Sang Maha Indah telah menganugrahkannya kepadaku
Jadi jangan membuat murka Pemilik taman-taman surga serta sekalian alam itu, dengan kalian menabur bau busuk gombalan kalian hanya akan membuat semakin menggunungnya dosa serta keburukan kalian di hadapan Sang Pencipta keindahan
Akulah yang berhak memuja dan memujinya karena akulah pemilik sejatinya, akulah taqdir baginya dari Sang Pencipta itu.




Komentar
Posting Komentar