Lindungi Keluarga Agar Tidak Menjerumuskanmu Ke Dalam Jurang Kehinaan

 SangPengembaraSejatiHidup-Tidak di dapat di pungkiri dan telah menjadi hakikat ketentuan dari Sang Pencipta Allah SWT bahwa “Dunia adalah perhiasan semu yang senantiasa penuh tipu daya dan akan menjadi musuh bagimu”.

Termasuk anak, istri dan harta ada yang akan menjadi musuh, dengan demikian cintai dan sayangi dunia dan perhiasannya alakadarnya saja jangan sampai berlebihan.

Sebagaimana di nyatakan;

خير الامور اوساتها

،:

Sebaik- baiknya perkara adalah pertengahan.

Dunia adalah termasuk istri, anak dan harta.

Berbicara tentang dunia memang sangat dilematis bagi sebagian orang yang awam dan tidak mengetahui perkara dunia yang tanpa di lqndasi dengan kimanan, keyakinan dan di sertai akal.



“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Surah At-Taghabun 14
via https://tafsir.learn-quran.co/id

 Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. 64: 14- 15)

Allah mengabarkan tentang istri dan anak-anak, bahwasanya di antara mereka ada yang menjadi musuh suami atau bapak, artinya mereka menyibukkannya dari beramal shalih, sebagaimana firman-Nya,



Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munaafiqun: 9).

Oleh karena itu di sini Allah SWT berfirman, “Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” Ibnu Zaid berkata, “Artinya berhati-hatilah terhadap mereka, jangan sampai mengorbankan agama kalian.”

Mengomentari firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” Mujahid berkata, “Yakni menjerumuskan mereka untuk memutuskan tali silaturahim atau bermaksiat kepada Rabb-nya. Ia tidak mampu berbuat apa-apa dikarenakan cintanya kepada mereka, sehingga ia mengikuti keinginan mereka (yang sesat).”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, dari Ibnu ‘Abbas r.a, ketika ia ditanyai seseorang tentang ayat ini, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka,” beliau berkata, “Mereka adalah para laki-laki yang telah memeluk Islam sejak di Makkah dan ingin mendatangi Rasulullah SAW tapi para istri dan anak-anak mereka menolaknya. Ketika mereka mendatangi Rasulullah, mereka melihat orang-orang telah banyak memahami masalah agama (sedangkan ia tidak seperti itu), lalu mereka berniat menghukum istri dan anak-anak mereka, maka Allah SWT menurunkan ayat,

Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Demikian pula yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, dan dia mengatakan bahwa hadits itu adalah hadits hasan.

Semoga kita termasuk orang- orang yang mencintai anak, istri dan harta juga perhiasan dunia lainnya alakadarnya saja sehingga tidak membutakan matahati dan pikiran.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Auratmu Bukan Untuk Konsumsi Yang Bukan Mahrommu

Penyakit Ain Bukan Teluh, Santet Dan Guna- guna Tetapi Akibat Terlalu Suka Dan Terlalu Benci